Lalang Ungu. Berkenalan dengan Bawang Dayak baru kulakukan sekitar setahun lalu, tepatnya sejak aku menjadi bagian dari keluarga besar Dinas yang sekarang menjadi tempatku bertugas sehari-hari. Oya, apakah teman-teman juga sudah mengenal tumbuhan yang dikenal sebagai salah satu jenis obat herbal ini? Bila belum, yuk kenalan dulu….
Flashback ke awal tahun lalu, hari-hari pertamaku bertugas di kantor baru, kugunakan untuk mengenal lingkungan kerjaku. Tidak hanya ruangan-ruangan kerja saja tentunya, namun juga lingkungan di luar gedung alias halaman dan juga kebun. Ya, berbeda dengan kantor-kantorku terdahulu, tempat tugasku kali ini mempunyai lahan yang cukup luas di sekitar gedung kantor yang juga digunakan sebagai ‘lahan percobaan’ budidaya beragam tanaman pangan maupun hortikultura. Continue reading “Berkenalan dengan Bawang Dayak”
Lalang Ungu. Hai teman, kali ini aku menulis tentang Festival Karimunjawa : sajian sepekan yang mengesankan, karena ada beberapa pertanyaan dari teman-teman mengenai festival ini, setelah membaca cerita pengalamanku ikut Famtrip Karimunjawa kemarin. Yuuk.., kepoin bareng-bareng…
Lalang Ungu. Catatan Perjalananku Mengikuti Famtrip Karimunjawa ini kutuliskan sebagai kenang-kenangan atas kegiatan seru dan mengasyikkan yang kuikuti pada weekend yang lalu, tepatnya pada tanggal 28-30 September 2018.
Undangan dari Disporapar Jateng untuk mengikuti Familiarization Trip (Famtrip) ke Karimunjawa kudapatkan melalui Ketua GENPI Kota Pekalongan, yang tentu saja kusambut dengan gembira.
Alhamdulillah..izin cuti disetujui, sehingga pada hari Kamis 27 September malam aku sudah dalam perjalanan ke Semarang, bersiap mengikuti Famtrip yang sudah akan dimulai pada Jumat 28 September.
Hari Pertama Famtrip Karimunjawa
Jumat pagi 28 September 2018 itu aku bersemangat meninggalkan tempat menginapku malam sebelumnya, menuju Kantor Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Provinsi Jawa Tengah yang berlokasi di Jl Pemuda 136 Semarang.
Setelah bertemu peserta Famtrip lainnya, menyelesaikan administrasi, mendapatkan pengarahan awal dan foto bersama, akhirnya sekitar jam 8-an kami berangkat menuju Pelabuhan Tanjung Mas Semarang. Ya, ternyata kami ke Karimunjawa melalui Semarang, tidak harus dari Jepara seperti yang kukira sebelumnya.. Ah, aku memang kurang apdet, ternyata sudah ada pembaharuan… hehe..
Inilah kapal yang membawa kami ke Karimunjawa
Kapal Express Bahari membawa kami menyeberang menuju Pulau Karimunjawa dengan lama perjalanan sekitar 2 jam lebih, berangkat pukul 9 pagi dan sampai di Pelabuhan Karimunjawa sebelum pukul 12 siang. Alhamdulillah perjalanan lancar, meskipun pada 1 jam terakhir terasa agak berat bagiku karena ombak yang semakin besar sehingga goyangan kapal semakin terasa. Tapi syukurlah…aku tidak mabok, teman-teman…. 😀 Continue reading “Catatan Perjalananku mengikuti Famtrip Karimunjawa”
Lalang Ungu. Bersuka ria menyusuri kawasan Kota Lama Semarang, itulah yang kami lakukan beberapa waktu yang lalu, tepatnya hari Sabtu 15 September 2018. Sore itu, aku dan rekan-rekan blogger Semarang mendapat undangan untuk jalan-jalan di Kawasan Kota Lama Semarang. Mau tahu keseruan jalan-jalan kami? Yuk mariii… Continue reading “Bersukaria Menyusuri Kawasan Kota Lama Semarang”
Lalang Ungu. Hai teman.. Bagaimana weekend kemarin? Semoga cerah ceria sehingga energi untuk beraktivitas pekan ini bisa penuh ya… Oya, apakah kalian sudah menikmati Festival of Light di Pekalongan? Kalau belum, nih..kukasih bocoran keseruannya ya.. hehe..
Apa sih Festival of Light itu?
Festival of Light ini adakah sebuah acara hiburan yang dikemas dalam konsep pertunjukan dan disain taman dengan elemen utama cahaya yang ditampilkan dalam warna-warni dan aneka bentuk lampion, juga kolaborasi cahaya, air dan musik dalam pertunjukan air mancur menari. Nah, acara di Pekalongan ini diselenggarakan oleh official Taman Pelangi, yang juga telah melakukan road show di banyak kota di Indonesia, antara lain Semarang, Solo, Jogja dan Palembang.
Lalang Ungu. Hai teman…, apa kabar menjelang weekend ini? Mungkin ada yang sedang happy-happy mempersiapkan acara weekend-nya atau ada pula yang sedang ngebut menyelesaikan tugas-tugas agar akhir pekan terbebas dari beban tugas hehe… Sepertiku, yang seharian tadi menyelesaikan tugas-tugas termasuk apdet blog Minggu ini. Jadilah seharian ini ditemani Si Marun Laptop ASUSku yang selalu setia.
Oya, omong-omong tentang Si Marun laptop ASUSku ini, aku sangat bersyukur memilikinya sejak sekitar 10 tahun lalu. Hah..jadul amaaat?? Iyaaa…memang jadul kok laptop ASUS model Eee PC yang konon diproduksi pertama tahun 2007 ini, dan Si Marun itu telah menemaniku sejak sekitar Tahun 2008. Tapi jangan salah…biarpun sudah berumur, Si Mungil kesayanganku ini awet dan tahan banting lhoh!! Buktinya sampai saat ini tidak pernah bermasalah serius meskipun sering kupaksa lembur saat kerjaan sedang menumpuk dan tidak rewel juga ketika harus kucangking kemana-mana. Alhamdulillah…
Lalang Ungu. Hai teman..apa kabar? Weekend datang lagi, senangnyaaa… Ya, aku selalu senang menyambut akhir pekan, karena ini salah satu kesempatan untuk nge-charge semangat. Iya…semangat perlu juga dicas agar ‘siap tempur’ di awal pekan berikutnya. Jadi bukan hanya HP saja yang perlu dicas. Eh, ngomong-omong tentang ngecas HP, kali ini aku mau berbagi cerita pengalamanku menggunakan ZenPower Pocket. Sudah kenal belum dengan salah satu dari 3 powerbank keren ASUS ini? Sebelum mengenalnya lebih lanjut, aku mau cerita tentang perkenalanku dengannya ya..
Zenpower Pocket, salah satu alat bantu yang handal
Lalang Ungu . Hai teman, apa kabar? Masih belum bisa move on dari keelokan Dieng nih.., jadi kali ini aku akan ceritakan pengalamanku memacu adrenalin di Batu Pandang Ratapan Angin. Nama yang unik ya.. Nah, selain berbagi cerita tentang uji nyali, keelokan pemandangan dari spot ini, akan kuceritakan juga legenda namanya ya..
Apa itu Batu Pandang Ratapan Angin?
Ini adalah nama salah satu lokasi wisata yang sedang hits di Dieng, teman.. Lokasi tepatnya adalah di Desa Dieng Wetan, Kec. Kejajar Kab. Wonosobo. Kalau kalian dari Kompleks Candi Arjuna, cari saja arah ke lokasi Telaga Warna, terus saja sampai Dieng Plateu Theatre, nah..lokasi Batu Pandang Ratapan Angin tepat di sebelah teater ini 🙂
Parkir kendaraanmu di tempat parkir yang tersedia, lalu lakukan treking ke atas. Tak terlalu terjal dan tak lama kok…jalan santai sambil menikmati pemandangan saat menanjak paling sekitar 15 menitan..dan kita akan sampai di atas, disuguhi pemandangan indah dan dibelai semilir angin 🙂
Pemandangan dari Batu pandang Ratapan Angin (Foto by Mechta)
Lalang Ungu. Salam jumpa, teman-teman… Apa kabar? Semoga tetap sehat dan bahagia menjelang pertengahan Bulan Kemerdekaan ini ya.. Oya, kali ini aku akan mengajak teman-teman untuk berkenalan dengan Ayam Karangmenanci dan menyibak rahasia kelezatannya. Karangmenanci, sebuah nama yang unik bukan?
Apa itu Ayam Karangmenanci?
Kalau aku menyebut nama Ayam Karangmenanci, teman-teman jangan salah paham dan mengira itu adalah nama jenis ayam / unggas ya.. Bukan samasekali! Meskipun masih berhubungan erat dengan ayam, karena Ayam Karangmenanci adalah nama menu andalan olahan ayam -tepatnya ayam bakar- di sebuah Resto di Kota Pekalongan yaitu Rumah Makan Panderasa.
Ayam Karangmenanci (Foto : Mechta)
Nama menu ini memang unik dan mengundang rasa penasaran untuk mencoba. Setidaknya, itu yang terjadi padaku ketika beberapa waktu lalu membaca nama menu itu di rumah makan yang berlokasi di Jl. Imam Bonjol 47 Pekalongan itu. Rasa penasaran yang membuatku memesan menu itu dan merasakan kelezatannya. Apakah rasa penasaranku tuntas sudah? Tidak. Aku justru makin penasaran dengan olahan ayam yang terasa unik di lidahku itu. Apa saja bumbunya? Kenapa dinamakan begitu? Siapa yang menciptakan resepnya?Continue reading “Menyibak Rahasia Kelezatan Ayam Karangmenanci”
Lalang Ungu. Hai…apa kabar, teman? Setelah vakum nulis berhari-hari, kali ini aku akan bercerita tentang pengalaman pertamaku menikmati Dieng Culture Festival. Oya, sudah tahu kan ya, apa itu Dieng Culture Festival? Untuk yang belum tahu, ayo mari merapat ke sini, kuberitahu… ☺
Apa itu Dieng Culture Festival?
Dieng Culture Festival (DCF) atau Festival Budaya Dieng adalah sebuah upaya pengembangan pariwisata di kawasan dataran tinggi Dieng yang diselenggarakan oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Dieng Pandawa Desa Dieng Kulon bekerjasama dengan Pemerintah Kab Banjarnegara dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Tahun 2018 ini adalah penyelenggaraan ke-9 DCF yang bertagline “dari masyarakat untuk masyarakat” ini.
Diseleggarakan oleh kelompok masyarakat? Nggak salah nulis nih?
Iya betuuul…sama sekali nggak salah nulis ataupun baca kok. Memang acara super keren ini diprakarsai dan diselenggarakan oleh kelonpok masyarakat, bukan EO yang komersial, namun hasil akhirnya nggak kalah keren dengan EO-EO profesional itu lho!! Itu pulalah yang makin membuatku semangat untuk nonton acara ini.
DCF ke-9 tahun ini berlangsung dari tanggal 3-5 Agustus 2018. Sejak beberapa minggu sebelumnya aku sudah mencari-cari informasi tentang acara ini. Mencari teman yang bisa berangkat bersama juga, dan ketika gagal berangkat dengan teman-teman yang sudah kukenal, di hari-hari terakir akupun mantab mendaftar Open Trip DCF dari Nonametravel -sebuah agen travel yang kebetulan direkomendasikan seorang teman- dan mengajukan cuti. Alhamdulillah masih dapat seat di Noname dan pengajuan cuti diterima! Maka, tanggal 3 Agustus 2018 jam 5.30 akupun jadi meluncur ke Dieng bersama 13 peserta trip DCF lain dari Jakarta, Tangerang dan Bogor… Keseruan pun dimulai..eng..ing..eng… 😃 Continue reading “Pengalaman Pertamaku Menikmati Dieng Culture Festival”