Sahabat Lalang Ungu, tulisan berikut ini melanjutkan post sebelumnya tentang kunjungan kami ke Wisata Taman Anggrek Guci ya.. Masih tentang Wisata Bersama upaya menjaga kehangatan keluarga kami, kali ini akan kutuliskan serunya staycation di Guci Ashafana Wana Wisata Guci (WAGU) Tegal.
Langit mendung menemani perjalanan kami dari Taman Anggrek Guci ke penginapan yang telah kami pesan yaitu di Ashafana Wana Wisata Guci (WAGU). Kami meninggalkan lokasi Taman Anggrek sekitar jam 12an, masih 2 jam dari waktu chek in yang disepakati yaitu jam 14, sehingga rencana awal kami akan ke Pancuran 13 Guci dulu.
Namun di perjalanan rencana itu berubah, karena langit makin mendung bahkan mulai gerimis dan lalu lintas ke arah atas (Pancuran 13) amat sangat tersendat aliat maceeet. Adikku yang mengemudi menawarkan langsung ke arah WAGU (Wana Wisata Guci) saja, yang secara aklamasi disetujui bersama. Maka setelah bermacet-macet ria, di pertigaan sebelum pasar Guci belok ke kiri, menuju WAGU. Continue reading “Wisata Bersama, Upaya Menjaga Kehangatan Keluarga (2) : Guci Ashafana Wana Wisata Guci Tegal”
Hai, Sahabat Lalang Ungu…apa kabar? Semoga sehat dan bahagia selalu ya… Oya, Selamat Tahun Baru ya, teman… Semoga di Tahun 2020 ini kita semua sehat, sukses dan bahagia selalu. Aamiin… Nah teman, tulisan pertamaku di Tahun 2020 kali ini adalah cerita tentang pengalaman kami wisata bersama sebagai salah satu upaya menjaga kehangatan keluarga kami, dan tujuan kali ini adalah ke Guci Tegal.
Dari keluarga inti Bapak-Ibu dengan lima orang putera-puteri, saat ini berkembang menjadi lima belas jiwa dan berdomisili tersebar di empat kota dan masing-masing mempunyai kegiatan dan kesibukan yang berbeda-beda, sehingga agak sulit untuk kumpul bersama di suatu waktu. Bahkan pada momen dua Lebaran pun tidak selalu bisa komplit ketemu bareng. Itu sebabnya sejak beberapa tahun terakhir ini kami bersepakat untuk sama-sama meluangkan waktu dua hari di akhir tahun agar dapat berkumpul bersama. Akhir Desember memang sengaja kita pilih karena bertepatan dengan libur akademik dan juga cuti tahunan, hehe.. Momen kumpul bersama itulah yang kita gunakan untuk mempererat silaturahmi antara Orang tua-Anak; Nenek-Cucu; Kakak-Adik; juga antara Oom/Tante – Keponakan.
Setelah Malang, Dieng, Baturaden, wisata bersama ini terakhir kami selenggarakan di Pagilaran Batang pada momen tutup Tahun 2017. Iya, dua tahun lalu. Momen kebersamaan di akhir tahun lalu (2018) terpaksa skip karena bertepatan dengan jadwal Umrohku Desember-Januari lalu. Itu pula sebabnya, momen kebersamaan di akhir Tahun 2019 menjadi hal yang kami tunggu-tunggu. Sejak beberapa bulan sebelumnya rembugan menentukan tempat, memesan penginapan, dll. Alhamdulillah, akhirnya pada 24-25 Desember 2019 lalu, akhirnya kami bisa kumpul bersama di Guci Tegal.
Hari Ibu memang telah berlalu, tepatnya tanggal 22 Desember 2019, tepat sepekan yang lalu. Apakah kalian memperingatinya secara khusus, Sahabat Lalang Ungu? Ya, memang banyak cara kita untuk memperingati momen itu sebagai penghargaan atas jasa-jasa Ibu ataupun wanita pada umumnya ya.. Nah, demikian pula dengan kami yang ingin merajut kenangan bersama ibu kami tercinta di hari itu, salah satu nya adalah dengan mengajak beliau santai sejenak di Ndoro Glompong Kajen Pekalongan.
Apa itu Ndoro Glompong?
Saat ini sektor pariwisata memang sedang menggeliat, banyak bermunculan tempat wisata baru termasuk cafe & resto sebagai alternatif wisata kuliner, tidak hanya di kota-kota besar, namun termasuk di daerah-daerah, juga Pekalongan.
Ndoro Glompong adalah nama salah satu alternatif wisata baru di Pekalongan yang berkonsep menggabungkan antara wisata kuliner, petualangan dan olah raga sebagaimana tagline-nya ‘culinary, adventure and sport’. Di sini pengunjung dapat menikmati makan-minum di resto, bisa menginap juga indoor (guest house) maupun outdoor ( ngecamp di tenda) juga beberapa keg petualangan. Namun saat berkunjung kemarin, kami baru menikmati maksi di resto dengan konsep yang dekat dengan alam dan mengusung budaya lokal, mudah-mudahan lain kali bisa menikmati kegiatan lainnya di sini.
Berlokasi di daerah Kajen Kab Pekalongan, tepatnya di Ds Sadang, Linggoasri Kajen, sebelum Bumi Perkemahan dan lokasi outbound di tempat wisata Linggoasri yang telah lebih dahulu dikenal di Pekalongan. Dari Kota Pekalongan berjarak sekitar 30 KM dengan waktu tempuh sekitar 1 jam.
Posisi Ndoro Glompong dari Kota Pekalongan
Sebelumnya kami melihat foto-foto cantik lokasi ini lalu-lalang di lini masa dan juga ada beberapa teman yang merekomendasikan tempat ini sehingga akhirnya Minggu 22 Desember 2019 lalu kami mengajak ibu untuk mlipir sejenak dari rumah, bersantai sambil makan siang di tempat ini.
Sulitkah menanam & merawat Daun Mint? Itulah pertanyaan beberapa teman yang muncul pada kolom komen post instagramku tentang Daun Mint beberapa waktu lalu. Nah, Sahabat Lalang Ungu, kutuliskan jawaban atas pertanyaan tersebut pada post kali ini ya..
Tentang Daun Mint
Peppermint ( Mentha piperita L.)
Daun Mint atau lebih tepatnya Tumbuhan Mint ( Mentha piperita L.) adalah salah satu jenis tumbuhan herba dari spesies Mentha yang telah banyak dikenal oleh masyarakat sebagai tumbuhan yang memiliki banyak khasiat.
Daun kecil berwarna hijau segar yang memiliki rasa sedikit pedas dan aroma menyegarkan yang khas ini telah banyak digunakan sebagai campuran dalam minuman, makanan, permen, pasta gigi bahkan ramuan pijat ataupun aromaterapi. Continue reading “Sulitkah Menanam & Merawat Daun Mint?”
Apa kabar, Sahabat Lalang Ungu… Semoga selalu sehat dan bahagia ya.. Kali ini aku akan tuliskan pengalamanku berkunjung ke KWT Anggrek Asri Kulonprogo. Kunjungan kami pada hari Kamis, 12 Desember 2019 lalu itu merupakan kunjungan dinas kami dalam rangka studi banding ke KWT Anggrek Asri yang merupakan Juara Nasional Lomba KRPL tk Nasional tahun 2018.
Tentang Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL)
Pengertian KRPL
Sebagaimana kita ketahui Kawasan Rumah Pangan Lestari(selanjutnya kita singkat sebagai KRPL) ini adalah salah satu program pemerintah yaitu upaya pemanfaatan pekarangan yang ramah lingkungan dengan berbasis kawasan. Artinya, pemanfaatan pekarangan ini tidak hanya dilakukan pada 1-2 rumah saja namun diharapkan merata pada suatu kawasan, misal gang, dusun, RT, dll..
Manfaat KRPL
Nah, dengan penerapan program KRPL di pemukiman-pemukiman ini, diharapkan masyarakat dapat mengambil manfaat, a.l : (1) Peningkatan pendapatan keluarga & masyarakat; (2) Mendukung diversifikasi pangan berbasis sumberdaya lokal; (3) Ketahanan dan kemandirian gizi dan pangan keluarga; (4) Ramah lingkungan ; dan (5) Mendukung konservasi sumberdaya genetik lokal.
Manfaat Kegiatan KRPL (Sumber Gbr : Badan Ketahanan Pangan)
Jenis tanaman yang ada di KRPL
Ada beberapa jenis tanaman yang diharapkan ada di KRPL agar dapat memenuhi kebutuhan keluarga, yaitu :
Tanaman Lumbung Keluarga, antara lain : singkong, ubi jalar dan umbi-umbian lainnya (kimpul, uwi, suweg, dll).
Tanaman sayuran, misalnya : terong, sawi, tomat, selada, dll.
Tanaman buah, misal : pisang, jambu, rambutan, mangga, sirsak, dll
Tanaman obat keluarga (TOGA), antara lain : jahe, kencur, kumis kucing, binahong, dll.
Tanaman hias, baik tanaman yang berbunga indah ataupun berdaun indah.
Dengan adanya tanaman-tanaman tersebut, diharapkan dapat mendukung pemenuhan kebutuhan keluarga, baik untuk konsumsi maupun penambah penghasilan keluarga.
Nah, sebagaimana daerah-daerah lain, di kota kami juga sudah digiatkan program KRPL ini, meskipun belum mendapatkan hasil yang sangat memuaskan. Nah, untuk dapat lebih maksimal dalam melakukan pendampingan dalam program ini maka kami melakukan studi banding ke kelompok-kelompok yang sudah berprestasi, salah satunya adalah KWT Anggrek Asri Kulonprogo ini.
Flashback ke akhir Ramadan 2 tahun lalu, aku sibuk memupuk rasa percaya diri bahwa aku mampu menyajikan hidangan lebaran hasil masakanku sendiri. Ya, lebaran kali itu akan menjadi saat pertama absennya ibu dari dapur karena alasan kesehatan. Apakah aku mampu meneruskan tradisi keluarga kami menyantab hidangan lebaran hasil masakan sendiri, atau memulai babak baru lebaran tanpa Ketupat, Opor, Gudeg dan Sambel Goreng masakan sendiri?
Aku memang bukan wanita yang akrab dengan dapur, sehingga mungkin hal yang bagi orang lain remeh itu bagiku merupakan masalah besar! Aku sungguh tak yakin aku bisa, tapi akupun tak tega membuat ibu bersedih apabila gagal meneruskan tradisi beliau itu. Jadi…aku berusaha keras meyakinkan hati bahwa aku akan bisa memasak menu lebaran yang selalu ibu masakkan untuk kami selama ini, tentunya dengan panduan resep anti gagal dari pakar dapur.
Alhamdulillah saat itu aku menemukan resep anti gagal itu di blog mbak Diah Didi. Resep Gudeg basah, Opor Ayam dan Sambel Goreng Hati dari blog ini lah -yang rinci namun dengan step by step yang mudah kupahami- yang akhirnya menyelamatkan tradisi masak menu lebaran kami yang kugunakan sejak saat itu. Kemudian, bila butuh resep-resep anti gagal, maka ke sanalah aku lebih dulu mencari. Jadi, itulah latar belakang kenapa aku semakin ngefans dengan mbak cantik yang jago masak satu itu.
Itu pula sebabnya, ketika ada informasi bahwa mba Diah Didi akan sharing pengalamannya dalam melakukan pengaturan belanjaan bahan makanan sebelum penyimpanan atau yang lebih banyak dikenal dengan istilah food preparation (foodprep), maka aku antusias untuk ikut acara tersebut. Mungkin ini momentum bagiku untuk mewujudkan mimpi melihat isi kulkas tertata rapi! Hahaha… Continue reading “Menyimak Foodprep a la Diah Didi di Tumbasin Weekend Gathering”
Hai Sahabat Lalang Ungu, apa kabar? Semoga sehat dan bahagia selalu ya.. Kali ini aku akan ceritakan pengalaman serunya ngumpul bareng sahabat di Foodpedia Batang.
Lho, memangnya Foodpedia sudah ada di Batang?
Apa itu Foodpedia?
Foodpedia by Pasta Kangen yang merupakan bisnis kuliner berbasis komunitas pertama di Indonesia ini, memang telah banyak kita temui. Saat ini brand yang dibuat oleh Venjii Hernando dan merupakan salah satu anak perusahaan Sukses Jaya Indotama ini telah membuka 482 gerai yang berlokasi di 64 kota di Indonesia. Nah, sejak 30 Nopember 2019 kemarin, telah diresmikan gerai Foodpedia di Kota Batang Jawa Tengah. Continue reading “Serunya Ngumpul Bareng Sahabat di Foodpedia Batang”
Berkenalan dengan Tere di Joglosemarkerto. Jam tangan menunjukkan waktu pukul 17.15 ketika KA Joglosemarkerto tujuan Solo mulai beranjak meninggalkan Stasiun Purwokerto dengan tepat waktu. Alhamdulillah…inilah salah satu hal yang menjadikan KA sebagai salah satu alat transportasi favoritku sekarang : nyaman dan tepat waktu.
Kuatur posisi dudukku dan bersiap menikmati pemandangan sore dari jendela KA itu sebelum malam tiba dan aku tak akan lagi leluasa menikmati pemandangan di luar sana.
Salah satu pemandangan cantik dari balik jendela kereta
Lalu tiba-tiba kurasakan perutku bernyanyi. Aih..untung kursi sebelahku masih kosong, sehingga aku tak perlu takut nada keroncong itu terdengar penumpang lain..haha.. Ah, ada-ada saja perutku ini, belum lagi lewat Maghrib tapi kok sudah unjuk rasa padahal menu makan siang sebelumnya kurasa cukup mengganjal perut hingga sekitar j 8 sampai rumah, sehingga aku sengaja hanya membeli minuman saja di stasiun tadi. Rupanya aku harus membeli makan malam di kereta nih… Continue reading “Berkenalan dengan Tere di Joglosemarkerto”
Bagunan Cagar Budaya Indonesia, tak kenal maka tak sayang… Pagi itu, dari balik jendela kereta, aku kembali melihat bangunan tua tak terawat itu. Itu memang bukan kali pertama mataku tertambat ke bangunan tua di salah satu sudut Stasiun Pekalongan. Hampir setiap kali kereta meninggalkan stasiun ke arah barat, mataku tertambat pada bangunan itu. Entah kenapa…
Dan kemarin terlintas di benakku, berapa usia bangunan itu? Apakah seumur Stasiun Pekalongan? Apakah fungsi bangunan itu semula dan mengapa kondisinya tak terawat namun masih tetap dipertahankan? Apakah bangunan itu juga termasuk bangunan cagar budaya sebagaimana bangunan inti Stasiun Pekalongan, sehingga tak boleh diubah seenaknya apalagi dirobohkan? Continue reading “Bangunan Cagar Budaya Indonesia, tak kenal maka tak sayang…”
Sahabat Lalang Ungu, menurut kalian adakah peran blogger dalam membangun industri pariwisata di daerahnya? Aku yakin hampir semua menjawab ‘ada‘ dan bahkan sebagian besar di antara kalian bahkan telah mengambil peran dalam upaya peningkatan pariwisata di daerah masing-masing, bukan?
Nabila -pemandu Temu Blogger Pekalongan- bersama Bu Ketua KBP Noorma FMZ