5 Hotel Cantik yang paling berkesan untukku selama Tahun 2019. Hai Sahabat Lalang Ungu, apa kabar? Di awal bulan kedua di Tahun 2020 kali ini aku ingin bernostalgia tentang 5 hotel cantik yang memberiku kesan indah selama tahun 2019 kemarin ya..
Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, pekerjaan mengharuskan ku bepergian ke luar kota beberapa kali. Namun, rupanya selama Tahun 2019 kemarin hampir setiap bulan selalu ada tugas ke luar kota lebih dari sehari dan beberapa di antaranya bahkan lebih dari satu kali dalam bulan yang sama. Capek sih…tapi ya kusyukuri saja, minimal aku berkesempatan bepergian dan menikmati layanan berbagai hotel tanpa harus merogoh kocek sendiri, bahkan bisa jadi bahan tulisan pula! Haha…
Nah dari hotel-hotel yang sempat kusinggahi di tahun lalu, terdapat 5 hotel yang bagiku memberikan kesan lebih. Bukan karena rate atau jumlah bintangnya tentu saja, tapi lebih ke suasana yang kurasakan saat menginap di sana. Mau tahu? Ini dia daftarnya :
Me time a la Mechta : Mandi Keharuman dengan Vitalis Body Wash. Salam jumpa, Sahabat Lalang Ungu… Senang sekali bisa cerita-cerita lagi di sini. Awal pekan tetap semangat kan, meski mungkin ada yang belum rela meninggalkan akhir pekan. Hehe…Oya saat akhir pekan, apa yang paling senang untuk kalian lakukan? Kalau aku sih selalu menyambut datangnya akhir pekan dengan gembira, karena akhir pekan biasanya lebih banyak waktu untuk me time . Meskipun tentu saja me time tidak hanya bisa dilakukan di akhir pekan, bukan ? ☺
Apa sih, metime itu?
Kurasa sebagian besar sudah tahu bahkan sudah menerapkan dalam kesehariannya. Namun, untuk teman-teman yang belum paham, mungkin penjelasan singkat berikut ini akan membantu.
Me time adalah istilah yang digunakan untuk menyebut waktu untuk diri sendiri, tanpa kehadiran orang lain, di mana kita bisa beraktifitas sendirian / sesuai dengan pilihan kita yang akan memberikan rasa nyaman / senang pada diri kita.
Hai, Sahabat Lalang Ungu…apa kabar? Semoga tetap sehat dan bahagia ya.. Seperti janjiku sebelumnya, setelah menuliskan tentang tempat-tempat yang bisa dikunjungi di Cirebon dalam 1 hari, maka selanjutnya aku akan menuliskan cerita kunjunganku ke lokasi-lokasi tersebut, diawali dengan ceritaku berkunjung ke Keraton termuda di Cirebon : Keraton Kacirebonan.
Pintu gerbang ke Keraton Kacirebonan
Berawal dari upayaku menentukan rute kunjungan saat ke Cirebon akhir Desember 2019 lalu, apakah akan ke Keraton Kasepuhan atau Kanoman lebih dulu, di hotel aku membuka google map. Ternyata, yang terdekat lokasinya dengan tempat menginap saat itu adalah Keraton Kacirebonan.
Lho…ternyata tak hanya ada 2 keraton di Cirebon to? pikirku ketika itu. Sebab sependek pengetahuanku, hanya ada 2 keraton di Cirebon yaitu Kasepuhan dan Kanoman. Ternyata ada keraton ketiga yaitu Kacirebonan.
Hanya sehari di Cirebon, bisa ke mana saja? Itulah pertanyaan di hatiku saat ada kesempatan ke Cirebon beberapa waktu lalu, namun hanya 1 hari. Sampai di Cirebon malam, dan harus sudah pulang kembali ke kota kami pada malam berikutnya. Nah, daripada hanya bertanya-tanya dalam hati, maka aku pun ‘melempar’ pertanyaan itu di salah satu WAG yang kuikuti.
Gayung bersambut, tanya berjawab. Ada banyak masukan dari teman-teman di grup itu dan sebagian besar menyarankan untuk mengunjungi istana-istana di Cirebon juga beberapa wisata alam. OK deh, setelah mendapat informasi tersebut aku pun kian mantab untuk mengunjungi Cirebon, meski hanya sehari saja. Nah, Sahabat Lalang Ungu, tulisan pertama ‘oleh-oleh’ dari perjalanan singkat kemarin ini adalah tempat-tempat yang berhasil kudatangi di Cirebon dalam waktu 1 hari saja.
Hai Sahabat Lalang Ungu, apa kabar? Semoga di awal Tahun 2020 ini tetap sehat dan bahagia ya… Oya tulisanku kali ini adalah ceritaku belajar masak bersama mbakku ketika berkunjung ke rumahnya beberapa waktu lalu, sekaligus berkenalan dengan Tumbasin.
Ingin Praktis Belanja di Pasar Tradisional? Pakai Tumbasin Saja!
Yakin nih belajar masak…atau cuma bantuin mbak masak?
Haha…iya..tahu sendiri kan aku ni Si Awamdapur..jadi yo jelas cuma bantuin masak saja lah.. Istilah belajar masak kan hanya sebagai pemanis kata saja.. 😁
Sahabat Lalang Ungu, tulisan berikut ini melanjutkan post sebelumnya tentang kunjungan kami ke Wisata Taman Anggrek Guci ya.. Masih tentang Wisata Bersama upaya menjaga kehangatan keluarga kami, kali ini akan kutuliskan serunya staycation di Guci Ashafana Wana Wisata Guci (WAGU) Tegal.
Langit mendung menemani perjalanan kami dari Taman Anggrek Guci ke penginapan yang telah kami pesan yaitu di Ashafana Wana Wisata Guci (WAGU). Kami meninggalkan lokasi Taman Anggrek sekitar jam 12an, masih 2 jam dari waktu chek in yang disepakati yaitu jam 14, sehingga rencana awal kami akan ke Pancuran 13 Guci dulu.
Namun di perjalanan rencana itu berubah, karena langit makin mendung bahkan mulai gerimis dan lalu lintas ke arah atas (Pancuran 13) amat sangat tersendat aliat maceeet. Adikku yang mengemudi menawarkan langsung ke arah WAGU (Wana Wisata Guci) saja, yang secara aklamasi disetujui bersama. Maka setelah bermacet-macet ria, di pertigaan sebelum pasar Guci belok ke kiri, menuju WAGU. Continue reading “Wisata Bersama, Upaya Menjaga Kehangatan Keluarga (2) : Guci Ashafana Wana Wisata Guci Tegal”
Hai, Sahabat Lalang Ungu…apa kabar? Semoga sehat dan bahagia selalu ya… Oya, Selamat Tahun Baru ya, teman… Semoga di Tahun 2020 ini kita semua sehat, sukses dan bahagia selalu. Aamiin… Nah teman, tulisan pertamaku di Tahun 2020 kali ini adalah cerita tentang pengalaman kami wisata bersama sebagai salah satu upaya menjaga kehangatan keluarga kami, dan tujuan kali ini adalah ke Guci Tegal.
Dari keluarga inti Bapak-Ibu dengan lima orang putera-puteri, saat ini berkembang menjadi lima belas jiwa dan berdomisili tersebar di empat kota dan masing-masing mempunyai kegiatan dan kesibukan yang berbeda-beda, sehingga agak sulit untuk kumpul bersama di suatu waktu. Bahkan pada momen dua Lebaran pun tidak selalu bisa komplit ketemu bareng. Itu sebabnya sejak beberapa tahun terakhir ini kami bersepakat untuk sama-sama meluangkan waktu dua hari di akhir tahun agar dapat berkumpul bersama. Akhir Desember memang sengaja kita pilih karena bertepatan dengan libur akademik dan juga cuti tahunan, hehe.. Momen kumpul bersama itulah yang kita gunakan untuk mempererat silaturahmi antara Orang tua-Anak; Nenek-Cucu; Kakak-Adik; juga antara Oom/Tante – Keponakan.
Setelah Malang, Dieng, Baturaden, wisata bersama ini terakhir kami selenggarakan di Pagilaran Batang pada momen tutup Tahun 2017. Iya, dua tahun lalu. Momen kebersamaan di akhir tahun lalu (2018) terpaksa skip karena bertepatan dengan jadwal Umrohku Desember-Januari lalu. Itu pula sebabnya, momen kebersamaan di akhir Tahun 2019 menjadi hal yang kami tunggu-tunggu. Sejak beberapa bulan sebelumnya rembugan menentukan tempat, memesan penginapan, dll. Alhamdulillah, akhirnya pada 24-25 Desember 2019 lalu, akhirnya kami bisa kumpul bersama di Guci Tegal.
Hari Ibu memang telah berlalu, tepatnya tanggal 22 Desember 2019, tepat sepekan yang lalu. Apakah kalian memperingatinya secara khusus, Sahabat Lalang Ungu? Ya, memang banyak cara kita untuk memperingati momen itu sebagai penghargaan atas jasa-jasa Ibu ataupun wanita pada umumnya ya.. Nah, demikian pula dengan kami yang ingin merajut kenangan bersama ibu kami tercinta di hari itu, salah satu nya adalah dengan mengajak beliau santai sejenak di Ndoro Glompong Kajen Pekalongan.
Apa itu Ndoro Glompong?
Saat ini sektor pariwisata memang sedang menggeliat, banyak bermunculan tempat wisata baru termasuk cafe & resto sebagai alternatif wisata kuliner, tidak hanya di kota-kota besar, namun termasuk di daerah-daerah, juga Pekalongan.
Ndoro Glompong adalah nama salah satu alternatif wisata baru di Pekalongan yang berkonsep menggabungkan antara wisata kuliner, petualangan dan olah raga sebagaimana tagline-nya ‘culinary, adventure and sport’. Di sini pengunjung dapat menikmati makan-minum di resto, bisa menginap juga indoor (guest house) maupun outdoor ( ngecamp di tenda) juga beberapa keg petualangan. Namun saat berkunjung kemarin, kami baru menikmati maksi di resto dengan konsep yang dekat dengan alam dan mengusung budaya lokal, mudah-mudahan lain kali bisa menikmati kegiatan lainnya di sini.
Berlokasi di daerah Kajen Kab Pekalongan, tepatnya di Ds Sadang, Linggoasri Kajen, sebelum Bumi Perkemahan dan lokasi outbound di tempat wisata Linggoasri yang telah lebih dahulu dikenal di Pekalongan. Dari Kota Pekalongan berjarak sekitar 30 KM dengan waktu tempuh sekitar 1 jam.
Posisi Ndoro Glompong dari Kota Pekalongan
Sebelumnya kami melihat foto-foto cantik lokasi ini lalu-lalang di lini masa dan juga ada beberapa teman yang merekomendasikan tempat ini sehingga akhirnya Minggu 22 Desember 2019 lalu kami mengajak ibu untuk mlipir sejenak dari rumah, bersantai sambil makan siang di tempat ini.
Sulitkah menanam & merawat Daun Mint? Itulah pertanyaan beberapa teman yang muncul pada kolom komen post instagramku tentang Daun Mint beberapa waktu lalu. Nah, Sahabat Lalang Ungu, kutuliskan jawaban atas pertanyaan tersebut pada post kali ini ya..
Tentang Daun Mint
Peppermint ( Mentha piperita L.)
Daun Mint atau lebih tepatnya Tumbuhan Mint ( Mentha piperita L.) adalah salah satu jenis tumbuhan herba dari spesies Mentha yang telah banyak dikenal oleh masyarakat sebagai tumbuhan yang memiliki banyak khasiat.
Daun kecil berwarna hijau segar yang memiliki rasa sedikit pedas dan aroma menyegarkan yang khas ini telah banyak digunakan sebagai campuran dalam minuman, makanan, permen, pasta gigi bahkan ramuan pijat ataupun aromaterapi. Continue reading “Sulitkah Menanam & Merawat Daun Mint?”
Apa kabar, Sahabat Lalang Ungu… Semoga selalu sehat dan bahagia ya.. Kali ini aku akan tuliskan pengalamanku berkunjung ke KWT Anggrek Asri Kulonprogo. Kunjungan kami pada hari Kamis, 12 Desember 2019 lalu itu merupakan kunjungan dinas kami dalam rangka studi banding ke KWT Anggrek Asri yang merupakan Juara Nasional Lomba KRPL tk Nasional tahun 2018.
Tentang Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL)
Pengertian KRPL
Sebagaimana kita ketahui Kawasan Rumah Pangan Lestari(selanjutnya kita singkat sebagai KRPL) ini adalah salah satu program pemerintah yaitu upaya pemanfaatan pekarangan yang ramah lingkungan dengan berbasis kawasan. Artinya, pemanfaatan pekarangan ini tidak hanya dilakukan pada 1-2 rumah saja namun diharapkan merata pada suatu kawasan, misal gang, dusun, RT, dll..
Manfaat KRPL
Nah, dengan penerapan program KRPL di pemukiman-pemukiman ini, diharapkan masyarakat dapat mengambil manfaat, a.l : (1) Peningkatan pendapatan keluarga & masyarakat; (2) Mendukung diversifikasi pangan berbasis sumberdaya lokal; (3) Ketahanan dan kemandirian gizi dan pangan keluarga; (4) Ramah lingkungan ; dan (5) Mendukung konservasi sumberdaya genetik lokal.
Manfaat Kegiatan KRPL (Sumber Gbr : Badan Ketahanan Pangan)
Jenis tanaman yang ada di KRPL
Ada beberapa jenis tanaman yang diharapkan ada di KRPL agar dapat memenuhi kebutuhan keluarga, yaitu :
Tanaman Lumbung Keluarga, antara lain : singkong, ubi jalar dan umbi-umbian lainnya (kimpul, uwi, suweg, dll).
Tanaman sayuran, misalnya : terong, sawi, tomat, selada, dll.
Tanaman buah, misal : pisang, jambu, rambutan, mangga, sirsak, dll
Tanaman obat keluarga (TOGA), antara lain : jahe, kencur, kumis kucing, binahong, dll.
Tanaman hias, baik tanaman yang berbunga indah ataupun berdaun indah.
Dengan adanya tanaman-tanaman tersebut, diharapkan dapat mendukung pemenuhan kebutuhan keluarga, baik untuk konsumsi maupun penambah penghasilan keluarga.
Nah, sebagaimana daerah-daerah lain, di kota kami juga sudah digiatkan program KRPL ini, meskipun belum mendapatkan hasil yang sangat memuaskan. Nah, untuk dapat lebih maksimal dalam melakukan pendampingan dalam program ini maka kami melakukan studi banding ke kelompok-kelompok yang sudah berprestasi, salah satunya adalah KWT Anggrek Asri Kulonprogo ini.