Salam jumpa, Sahabat Lalang Ungu. Minggu pertama di Bulan Syawal 1440 H baru saja berlalu dengan berbagai kemeriahan perayaan Syawalan di berbagai daerah. Demikian juga di kota kami, Pekalongan. Mau tahu tentang serunya Perayaan Syawalan Tahun 2019 di Kota Pekalongan? Yuk..mari kuceritakan ya.. Continue reading “Serunya Perayaan Syawalan Tahun 2019 di Kota Pekalongan”
Hai Sahabat Lalang Ungu, sudahkah tahu Resep Botok Bongkrek khas Pekalongan? Atau jangan-jangan malah baru sekali ini mendengar nama kuliner ini? Hehe… Kalau begitu, coba perhatikan foto berikut ini ya..
Botok Bongkrek Pekalongan
Nah, itulah penampakan salah satu menu khas Pekalongan yang bernama Botok Bongkrek. Bagaimana, apakah tampilan menu itu familiar buatmu? ☺
Beberapa waktu lalu, aku mengunggah foto itu di akun Instagramku @mechtadeera dan ternyata banyak teman berkomentar belum pernah tahu tentang menu itu…apalagi mencicipi nya ya? Hehe… Rupanya kuliner Pekalongan satu ini masih kalah terkenal dengan Megono dan Tauto Pekalongan, dua menu khas Pekalongan lainnya..haha ..
Ok lah kalau begitu..ada baiknya melalui rumah mayaku ini, kuperkenalkan saja Botok Bongkrek ini ke khalayak ramai ya.. Hihi..gaya bener deh ngomongnya ya, macam blognya terkenal saja 😊 Tapi tak apalah ya..meskipun blog ini DA/PA nya masih ndlosor tapi tak ada salahnya ikut mempromosikan tentang kuliner daerah sendiri, bukan?
Yuk mariii…kita mulai saja mengenal tentang Botok Bongkrek ini ya.. eng ing eng….
Festival Balon Udara Tambat : nguri-uri tradisi tanpa melanggar regulasi
Festival Balon Udara Tambat : Nguri-uri Tradisi Tanpa Melanggar Regulasi. Salam Jumpa, Sahabat Lalang Ungu… Apa kabar? Memasuki 10 hari terakhir Ramadhan kali ini, semoga tetap semangat ya…
Lebaran sebentar lagi, pasti sudah banyak yang tak sabar menanti, bukan? Ya, lebaran dengan segala macam tradisinya memang selalu dinanti-nanti kehadirannya oleh kaum muslim khususnya dan juga masyarakat umum. Mudik, adalah tradisi yang erat kaitannya dengan lebaran…dan tradisi lain yang juga tak dapat dipisahkan dari suasana lebaran adalah perayaan Syawalan -sepekan setelah lebaran- dengan segala tradisi yang memeriahkannya. Continue reading “Festival Balon Udara Tambat : Nguri-uri Tradisi Tanpa Melanggar Regulasi”
Fashion Show Batik Pekalongan dalam rangka peringatan Hari Jadi ke-113 Kota Pekalongan. Hai Sobat Lalang Ungu, pada tanggal 1 April 2019 lalu Kota Pekalongan merayakan Hari Jadi nya yang ke-113. Nah, dalam rangkaian perayaan tersebut, digelar banyak acara seni dan budaya antara lain Fashion Show Batik Pekalongan.
Alhamdulillah kemarin aku berkesempatan menonton acara Fashion Show Batik Pekalongan pada tanggal 4 April 2019 yang bertempat di halaman Museum Batik Pekalongan dan keseruannya akan kuceritakan dalam tulisanku kali ini. Simak yuk teman…
Hai sobat Lalang Ungu, apa kabar? Semoga tetap sehat dan bahagia ya… Sobat, di akhir pekan ini, sudahkah ada tujuan jalan-jalan? Jika belum ada tujuan, bagaimana bila ciblon di Clurug Jlarang Lebakbarang saja? Ciblon ( bhs Jawa : bermain air ) itu asyik sekali lho…seperti yang sudah kami rasakan di awal bulan lalu, dan yang akan kuceritakan keseruannya di tulisanku kali ini.
Ciblon di Curug Jlarang Lebakbarang
…
“Buuk, hari Sabtu besok lego nggak?”
“Belum ada acara sih, memangnya kenapa, mbak Put?”
“Itu..teman-teman mau jalan-jalan ke Curug di Lebakbarang nih, njenengan mau ikut?”
“Wah..asyik tuh.. Siapa saja yang ikut, mba?”
…
Itulah sepenggal chat WA di awal bulan lalu, antara aku dan salah seorang rekan kerja dari kantor lama. Ya, meskipun sudah tak lagi sekantor, alhamdulillah aku masih sering berkomunikasi dan sesekali ketemuan dengan teman-teman dari kantor lama. Apalagi kami punya hobi yang sama yaitu ngerumpi dan jalan-jalan..hehe.. Nah, rupanya teman-teman lama masih ingat dengan hobi jalanku itu, sehingga saat ada acara jalan-jalan mereka menawariku untuk ikut.
Terus, aku mau?
Yo jelaaas… 😀 Aku langsung mengiyakan ajakan itu, meskipun saat itu aku sedang di luar kota dan baru akan pulang malam sebelum acara jalan-jalan itu. Haha…dasar Si gatal kaki!
Blogger Gathering bersama Ontycake ( Foto : istimewa )
Memanjakan Lidah dan Mata di Ontycake. Hai sahabat Lalang Ungu.., apa kabar? Alhamdulillah di hari Minggu kemarin, kami Blogger Pekalongan berkesempatan mengikuti Blogger Gathering bersama Ontycake. Oya, untuk yang belum kenal dengan Ontycake, yuk..kita kenalan dulu ya…
Apa sih Ontycake itu?
Ontycake adalah sebuah usaha rumahan yang memproduksi cake dan home made bakery lainnya, dirintis oleh mba Farah Rahman sejak tahun 2015 dan akhir bulan kemarin baru saja dilaunching toko offline nya. Continue reading “Memanjakan Lidah dan Mata di Ontycake”
Beberapa destinasi wisata alam keren di Pekalongan dan sekitarnya. Wisata alam Pekalongan ada nggak, sih? Itu pertanyaan yang kuterima beberapa waktu lalu, dari seorang teman. Aiih..tentu saja ada lah ya… Mungkin karena melihat Kota Pekalongan yang wilayahnya relatif kecil, temanku jadi bertanya-tanya di mana lokasi wisata alamnya? Nah, untuk menjawab pertanyaan itu, berikut akan kutuliskan beberapa destinasi wisata alam di Pekalongan ( kota dan kabupaten ) dan juga Kab Batang, tetangga sebelah Kota Pekalongan.
Wisata Pantai
Kita mulai dari daerah Batang, ada 2 pantai yang ramai dikunjungi wisatawan yaitu Pantai Sigandu dan Pantai Ujungnegoro. Keduanya cantik dan mempunyai keindahannya masing-masing, namun aku pribadi lebih suka Pantai Ujungnegoro.
Bermain di Pantai Sigandu yang landai…
Pantai Sigandu berlokasi di Desa Sidomulyo Klidang Lor, berjarak sekitar 10,7 km Kota Pekalongan. Di pantai ini pengunjung dapat bermain di hamparan pasir pantai ataupun sekedar bersantai menikmati semilir angin dan panorama pantai dari kursi-kursi beratap yang ada di tepi pantai, yang disewakan Rp. 10.000/kursi. Oya, tersedia juga rumah makan yang cukup representatif juga untuk menikmati kuliner lautnya.
Jangan takut panas…ada kursi-kursi beratap di tepi pantai Sigandu
Lalang Ungu. Yuuk, hijaukan lingkungan kita dengan KRPL. Ajakan untuk menghijaukan lingkungan kita tentunya telah seringkali kita dengar, namun belum tentu telah kita praktekkan.
Kita kan di perkotaan, mana mungkin bertanam dengan keterbatasan lahan kita?
Lho…siapa bilang bahwa penghijauan hanya dapat dilaksanakan di kawasan pedesaan atau daerah pinggiran di mana lahan masih relatif mudah tersedia? Justru di kawasan perkotaan, penghijauan ini sangat penting sebagai penyeimbang karena tentunya tingkat polusi di perkotaan sudah semakin tinggi, bukan?
Lalang Ungu. Kisahku dua tahun melangkah maju bersama Blogger Pekalongan ini kutuliskan dalam rangka Hari Blogger Nasional dan juga Hari Jadi ke-2 Komunitas Blogger Pekalongan. Yah, mungkin penayangan tulisan ini memang tidak tepat pada tanggal peringatan Hari Blogger Nasional -27 Oktober- maupun Hari Jadi Blogger Pekalongan -30 Oktober- tapi ku yakin, kisah perjalanan seruku bersama Blogger Pekalongan ini tak akan menjadi cerita basi. Hehehe…
Akhir Januari 2010 adalah langkah pertamaku di dunia blogging ini. Berawal dari hobi membaca dan menulis yang menjadi alasan pertamaku membuat blog ( baca : Ngapain Ngeblog? ), alasan yang kemudian berkembang menjadi alasan-alasan lain, antara lain karena keasyikan yang kutemui dengan berbagi melalui tulisan, dan semakin berkembang lagi akhir-akhir ini karena melalui blog aku menemukan sahabat-sahabat baru yang menginspirasi di berbagai komunitas blogger yang kuikuti, dan -pada akhirnya setelah TLD- blog sederhana ini bisa juga menjadi sarana masuknya dana tambahan -meskipun masih kategori recehan namun tetap kusyukuri- Alhamdulillah 😀
Ya, banyak manfaat positif yang kutemui melalui keikutsertaanku dalam komunitas, tak terkecuali dengan komunitas blogger. Teman-teman yang aktif dan kreatif menginspirasiku untuk terus mengasah diri menjadi pribadi yang setara. Aku tak boleh ketinggalan dalam kreativitas berkarya dengan teman-teman ini, meskipun sebagian besar mereka masih muda-muda…haha… *umpetinKTP
Itu sebabnya, ketika akhir Oktober 2016 terbentuk Komunitas Blogger Pekalongan -KBP- akupun langsung dengan senang hati bergabung bersama. Dan itu adalah keputusan tepat yang tak akan pernah kusesali, karena terbukti selama 2 tahun ini banyak hal positif yang kudapat dengan kebersamaan di KBP ini. Bersama rekan-rekan yang penuh semangat dan kreatif ini aku terpacu untuk lebih aktif ngeblog dengan konten yang bermanfaat. Kalau duluuuu nulis sebulan sekali sudah alhamdulillah, sekarang terpacu untuk bisa apdet blog minimal seminggu sekali. Itu salah satu contoh kecil dalam peningkatan kuantitas post..hehe…
Kenangan Th 2016 bersama Pak Bupati Pekalongan sebelum ke Petungkriyono ( Doc : KBP)
Lalang Ungu. Berwisata ke Pekalongan dengan Kereta Api, kenapa tidak? Beberapa waktu yang lalu, seorang sahabat menghubungiku melalui chat di Whatsapp.
“Assalamualaikum, mba… Minta info dong tentang tempat wisata yang dekat-dekat Stasiun. Ini anak-anak pengen naik Kereta Api, jadi pengen kuajak saja ke Pekalongan yang dekat..hehe…”
Itu pesan darinya yang mengawali chat kami kemudian. Oya, temanku ini berdomisili di Semarang, rupanya putri-putri mungilnya ingin merasakan pengalaman naik kereta api, sehingga ibu mereka terpikir untuk mengajak kedua putrinya naik kereta api dari Semarang ke Pekalongan. Jadi yang dimaksud dengan ‘Stasiun’ dalam pesan temanku itu, adalah Stasiun Pekalongan, kota tujuan wisata mereka, yang juga merupakan kota tempat tinggalku..hehe..
Nah aku sangat setuju dengan pilihan mereka ke Pekalongan dengan kereta api ini, karena berkereta dari Semarang ke Pekalongan memang mengasyikkan. Betapa tidak, perjalanan tidak memakan waktu lama, hanya sekitar 1,5 jam saja. Dengan kondisi kereta yg relatif nyaman rentang waktu 1,5 jam itu tak akan terasa lama. Semua gerbong ber-AC, tempat duduk juga nyaman meskipun belum reclining seat, kondisi gerbong pun bersih, dan asyiknya lagi setiap tempat duduk dekat dengan ‘colokan listrik‘ sehingga tidak perlu takut kehabisan baterai sambil berkomunikasi dalam perjalanan. Oya, kukasih bocoran ya… Bila naik KA Kaligung, usahakan pesan kursi no 11/12 maka kita akan dapat tempat ternyaman karena jarak antar kursi yang lebar. Lebih OK lagi kalau bisa pesan no A / D, itu berarti kita duduk di samping jendela hingga leluasa melihat pemandangan selama perjalanan… 😀