Nama Sekuro Village Jepara memang baru pertama kali kudengar -tepatnya kubaca- ketika beberapa waktu lalu aku mendapatkan tugas untuk hadir di sebuah acara dinas yang berlokasi di sana. Setelah mencari info dari teman-teman dan juga info dari dunia maya, aku mulai ada sedikit gambaran tentangnya, bahwa itu adalah nama sebuah hotel di pinggir pantai di Jepara. Nah pengalamanku menginap di Sekuro Village itulah yang akan kutuangkan dalam tulisan kali ini.. Continue reading “Pengalamanku menginap di Sekuro Village Beach Resort”
Hai Sahabat Lalang Ungu.. Melanjutkan cerita kemarin tentang kunjungan ke Cepu, maka kali ini aku akan menuliskan pengalamanku semalam di Cepu itu ya.. Catatan perjalanan ini akan dimulai dari kedatanganku di Stasiun Cepu, hingga sejenak menikmati wisata malam di sana…
Stasiun Cepu merupakan stasiun kelas besar tipe C yang terletak Jl Diponegoro No 87 Cepu atau tepat di depan Lapangan Ronggolawe, merupakan stasiun terbesar dan teraktif di Kabupaten Blora.
Beberapa bagian di Stasiun Cepu : tampak rapi dan bersih..
Tutupan Menjelang Ramadan ke Bandar Batang. Salam Jumpa Sahabat Lalang Ungu, apa kabar? Untuk sahabat-sahabat muslim, sudah bersiap menyambut Bulan Ramadhan ya? Dalam kesempatan ini, izinkan aku mohon maaf lahir dan batin serta mengucapkan selamat menjalankan ibadah Ramadhan bagi sahabat muslim ya…
Sebagaimana kita tahu, banyak tradisi / kebiasaan masyarakat dalam menyambut Bulan Suci Ramadhan. Di daerah Jawa misalnya ada tradisi nyadran, Ruwahan, padusan, megengan dll. Nah, kali ini aku akan cerita tentang salah satu acara menjelang Ramadan yang kulakukan bersama teman-teman beberapa waktu yang lalu.
Selain jenis-jenis kegiatan yang kusebutkan sebelumnya, di lingkungan kami ada juga kebiasaan untuk berkumpul bersama teman / keluarga, yaitu acara yang sering kami sebut ‘Tutupan Menjelang Ramadan’.
Dalam acara ini, kami mengadakan kumpul-kumpul -bisa dengan rekan kerja / teman main / sahabat / tetangga / keluarga- dan melakukan makan siang bersama sebelum memasuki Ramadan yaitu bulan di mana tidak ada jadwal makan siang bagi yang menjalankan puasa ☺
Tentu acara ini diakhiri dengan saling bersalaman, bermaaf-maafan agar tak ada yang mengganjal di hati dan dapat lebih fokus dalam beribadah di Bulan Suci ini.
Tutupan bisa dilakukan di rumah / kantor / tempat makan, dan lebih asyik lagi bila dilakukan sambil wisata bersama. Seperti yang kami lakukan saat libur 1 Mei kemarin, berwisata bersama rekan kerja + keluarga. Continue reading “Tutupan Menjelang Ramadan ke Bandar Batang”
De Tjolomadoe, warisan manisnya industri gula masa lalu
De Tjolomadu : Warisan Manisnya Industri Gula Masa Lalu. Hai Sobat Lalang Ungu, pernahkah mendengar kata ‘Colomadu’ dan apa yang terlintas di benakmu mendengar kata itu?
Jika ‘pabrik gula di masa lalu’ adalah yang terlintas di benakmu mendengar kata Colomadu, maka kita sama. Colomadu, rasanya bukan kata asing bagiku. Kalau tidak salah saat SD aku sudah menghafal kata itu sebagai nama salah satu pabrik gula terkenal di masa lalu, selain PG Madukismo di Jogjakarta dan PG Cepiring yang kemudian sering kulewati dalam perjalanan Semarang-Pekalongan.
Namun setahuku, PG Colomadu itu sudah lama tak beroperasi dan kalau tak salah ingat, gedungnya tampak tak terawat ketika bertahun lalu aku sering lewat daerah Colomadu setiap berkunjung ke rumah Saudara di Karanganyar. Itu sebabnya aku agak takjub ketika melihat foto-foto terbaru dari pabrik gula yang sekarang direnovasi menjadi salah satu tempat wisata edukatif dan juga tempat pertunjukan seni itu. Lalu…aku pun ingin ke sana melihat sendiri keindahan terkini PG Colomadu yang sekarang bertransformasi menjadi De Tjolomadoe ini.
Alhamdulillah…, Sabtu 16 Maret 2019 lalu aku berkesempatan untuk mengunjungi De Tjolomadoe yang terletak di tepi jalan raya Karanganyar-Surakarta tepatnya di Jl Adi Sucipto No 1, Paulan Wetan, Malangjiwan, Colomadu, Karanganyar Jawa Tengah ini. Yuuk, mari sejenak melongok warisan manisnya industri gula di masa lalu ini.
Minggu Ceria Bersama Sisi di Jatinan & Pagilaran Batang. Hai, sahabat Lalang Ungu, apa kabar? Tetap bahagia di awal Minggu ke-2 Bulan Maret ini, bukan? Weekend baru saja berlalu, mudah-mudahan masih menyisakan keceriaan ya.. 😉
Nah, begitu juga dengan kami. Akhir pekan penuh tawa baru saja kami lalui, menyisakan rasa hangat di hati tuk mengawali pekan ini.. Suasana ceria di akhir pekan kami kemarin, tak lain karena kedatangan Sisi -keponakan bontotku- yang lucu dan menggemaskan.
Oya, cucu Yangti yang paling mungil ini memang istimewa. Kelahirannya di tengah keluarga kami disambut suka cita, oleh orang tua dan kedua kakaknya yang sudah remaja (waktu itu kelas 1 & 3 SMA), juga oleh segenap keluarga besar kami, yang 9 bulan sebelumnya sedang dirundung duka atas kepergian kakak sulung kami. Benar-benar kebesaran Tuhan, ketika ternyata wajah Sisi sangat mirip wajah almh Budhenya. Semoga kelak dia juga mewarisi kepandaian, kebaikan & keteguhan hati dari almarhumah… Aamiin…
Warna-warni Curug Gondoriyo, cerminan semangat Pokdarwis pengelolanya. Hai Sahabat Lalang Ungu…apa kabar? Semoga selalu sehat dan bahagia di awal Bulan Maret 2019 ini ya.. Oya, bagaimana acara weekend kemarin, seru tentunya ya… Nah, kali ini aku akan berbagi cerita pengalaman kami saat malam-mingguan di Curug Gondoriyo beberapa waktu yang lalu.
Lhoo..malam-malam kok ke air terjun? Memang ada Curug yang buka hingga malam hari?
Curug Gondoriyo Semarang
Weee…jangan salaaah… Ada lho, Curug / air terjun yang bisa kita kunjungi pagi, siang, sore bahkan pada malam hari… Curug Gondoriyo itulah nama -setahuku, sampai saat ini- satu-satunya lokawisata Curug yang jam operasionalnya mulai pagi hingga malam hari. Curug ini buka 2x yaitu pagi jam 09.00-17.00 dan malam jam 19.00-21.00 (hari biasa) dan sampai jam 22.00 di weekend. Continue reading “Warna warni Curug Gondoriyo Cerminan Semangat Pokdarwis Pengelolanya”
Hai sobat Lalang Ungu, apa kabar? Semoga tetap sehat dan bahagia ya… Sobat, di akhir pekan ini, sudahkah ada tujuan jalan-jalan? Jika belum ada tujuan, bagaimana bila ciblon di Clurug Jlarang Lebakbarang saja? Ciblon ( bhs Jawa : bermain air ) itu asyik sekali lho…seperti yang sudah kami rasakan di awal bulan lalu, dan yang akan kuceritakan keseruannya di tulisanku kali ini.
Ciblon di Curug Jlarang Lebakbarang
…
“Buuk, hari Sabtu besok lego nggak?”
“Belum ada acara sih, memangnya kenapa, mbak Put?”
“Itu..teman-teman mau jalan-jalan ke Curug di Lebakbarang nih, njenengan mau ikut?”
“Wah..asyik tuh.. Siapa saja yang ikut, mba?”
…
Itulah sepenggal chat WA di awal bulan lalu, antara aku dan salah seorang rekan kerja dari kantor lama. Ya, meskipun sudah tak lagi sekantor, alhamdulillah aku masih sering berkomunikasi dan sesekali ketemuan dengan teman-teman dari kantor lama. Apalagi kami punya hobi yang sama yaitu ngerumpi dan jalan-jalan..hehe.. Nah, rupanya teman-teman lama masih ingat dengan hobi jalanku itu, sehingga saat ada acara jalan-jalan mereka menawariku untuk ikut.
Terus, aku mau?
Yo jelaaas… 😀 Aku langsung mengiyakan ajakan itu, meskipun saat itu aku sedang di luar kota dan baru akan pulang malam sebelum acara jalan-jalan itu. Haha…dasar Si gatal kaki!
Beberapa destinasi wisata alam keren di Pekalongan dan sekitarnya. Wisata alam Pekalongan ada nggak, sih? Itu pertanyaan yang kuterima beberapa waktu lalu, dari seorang teman. Aiih..tentu saja ada lah ya… Mungkin karena melihat Kota Pekalongan yang wilayahnya relatif kecil, temanku jadi bertanya-tanya di mana lokasi wisata alamnya? Nah, untuk menjawab pertanyaan itu, berikut akan kutuliskan beberapa destinasi wisata alam di Pekalongan ( kota dan kabupaten ) dan juga Kab Batang, tetangga sebelah Kota Pekalongan.
Wisata Pantai
Kita mulai dari daerah Batang, ada 2 pantai yang ramai dikunjungi wisatawan yaitu Pantai Sigandu dan Pantai Ujungnegoro. Keduanya cantik dan mempunyai keindahannya masing-masing, namun aku pribadi lebih suka Pantai Ujungnegoro.
Bermain di Pantai Sigandu yang landai…
Pantai Sigandu berlokasi di Desa Sidomulyo Klidang Lor, berjarak sekitar 10,7 km Kota Pekalongan. Di pantai ini pengunjung dapat bermain di hamparan pasir pantai ataupun sekedar bersantai menikmati semilir angin dan panorama pantai dari kursi-kursi beratap yang ada di tepi pantai, yang disewakan Rp. 10.000/kursi. Oya, tersedia juga rumah makan yang cukup representatif juga untuk menikmati kuliner lautnya.
Jangan takut panas…ada kursi-kursi beratap di tepi pantai Sigandu
Lalang Ungu. Hai teman, kali ini aku menulis tentang Festival Karimunjawa : sajian sepekan yang mengesankan, karena ada beberapa pertanyaan dari teman-teman mengenai festival ini, setelah membaca cerita pengalamanku ikut Famtrip Karimunjawa kemarin. Yuuk.., kepoin bareng-bareng…
Lalang Ungu. Hai teman, adakah yang sedang kangen jajanan tradisional? Yuuk, ke Minggon Jatinan Batang saja… Eh, sudah tahu kan apa itu Minggon Jatinan?
Dari kedua kata yang membentuk nama ini, kita bisa mengetahui apa sebenarnya maksudnya. Minggon berasal dari kata Minggu yang merupakan waktu pelaksanaannya dan Jatinan menandakan lokasinya, yaitu di hutan Jati. Ya, Minggon Jatinan adalah semacam pasar jajan yang diselenggarakan setiap hari Minggu, berlokasi di Hutan Kota Rajawali Batang.
Hutan kota Rajawali Batang – lokasi Minggon Jatinan (Foto : koleksi pribadi)
Minggon Jatinan ini pertama kali diresmikan kegiatannya pada tanggal 22 April 2018 yang lalu, oleh Bapak Bupati Batang, Wihaji. Sebagai salah satu program untuk mendukung Visit to Batang2022, diselenggarakannya kegiatan rutin mingguan ini adalah sebagai upaya melestarikan kuliner tradisional, sekaligus sebagai upaya pembinaan UMKM Kab. Batang. Continue reading “Kangen Jajanan Tradisional? Yuuk, ke Minggon Jatinan Batang”