Catatan Umroh 2018 (1) : Pendamping Jamaah Sepuh

Mbak…kok belum tayang tulisanmu tentang Umroh kemarin?”

“Eh..iyaa… Belum sempat, hehe..”

Sahabat Lalang Ungu, itulah sepenggal percakapanku dengan seorang teman beberapa waktu lalu, yang saat ini terngiang-ngiang kembali di benakku.

Aku tidak sedang berbohong ketika menjawab belum sempat menuliskan pengalamanku di perjalanan religi kali ini, yang Alhamdulillah telah kujalani sejak tanggal 27 Desember 2018 hingga 1 Januari 2019 lalu. Sehari setelah sampai di rumah, kondisi kesehatanku sempat ngedrop hingga sisa cuti 3 hari + 2 hari libur kulalui dengan lebih banyak di tempat tidur.

Selanjutnya, hari ketiga masuk kerja langsung dapat tugas luar provinsi selama 3 hari yang mau tak mau harus dijalani meski dengan kondisi body yang masih agak oleng. Alhamdulillah, saat ini sudah mulai fit lagi…tapi mood untuk nulis masih belum kembali sepenuhnya..hehe..

Oya, entah kenapa, kurasa memang ada yang berbeda dari perjalananku kali ini, dengan perjalanan ke tanah suci 7 tahun lalu. Saat itu, aku rajin sekali mendokumentasikan pengalamanku baik lewat foto-foto maupun catatan singkat di buku kecil yang selalu kubawa. Nah, kali ini berbeda. Aku lebih banyak merekam petistiwa-peristiwa di sekelilingku, dalam benak dan hatiku saja. Tentu saja ada foto-foto tapi tak sebanyak yang lalu. Dan buku kecilku..hanya beberapa lembar awal saja terisi. Entah kenapa..

Bukan karena tidak berkesan. Ya, bukan karena perjalanan kali ini tidak berkesan. Sebaliknya malah. Aku merasakan ada banyak sekali kesan dan pelajaran yang kuperoleh dalam kesempatan menjadi tamu Allah kali ini…tapi…entah mengapa tak mudah untuk menuliskannya.

Tapi…aku tetap akan menuliskannya, dan kumulai dari tulisan ini. Mungkin kemarin-kemarin aku hanya perlu mengendapkan segala rasa dan cerita itu, sedikit lebih lama lagi… Oya, aku menuliskan pengalamanku, bukan dengan niatan untuk menggurui ataupun pamer.

Insya Allah, tak ada sama sekali niatan itu dalam hatiku, dan semoga teman-teman yang membacanya nanti juga tidak akan merasa aku sedang menggurui ataupun pamer. Aku ingin menuliskannya, pertama dan yang paling utama adalah sebagai ungkapan rasa syukurku dan bagian dari catatan perjalanan hidupku. Apabila ada hal-hal baik atau hikmah yang dapat dipetik dari tulisan-tulisan ku itu : Alhamdulillah.. Namun bila ternyata hanya tertangkap sebagai curhat semata, mohon dimaklumi dan dimaafkan ya..teman-teman …

Jamaah Umroh Al Baika-Samawi Desember 2018 (Foto : Istimewa)

Continue reading “Catatan Umroh 2018 (1) : Pendamping Jamaah Sepuh”

Obrolan Sore Mayang dan Bundanya

Lalang Ungu. [Fiksi] Bunda sedang memotong-motong cake pisang di meja makan ketika sebuah bayangan tertangkap di ujung pandangnya, memasuki ruang mungil itu. Senyumnya pun terkembang menyambut putri tersayang yang kemudian menarik kursi dan duduk di depannya, dengan muka cemberut…

Kenapa, Sayang..?” tanya Bunda sambil memindahkan potongan-potongan cake ke sebuah piring.

Bun, PR ku hari ini sulit deh..” keluh Mayang sambil bersungut-sungut.

Iya kah? Nah.., bantu Bunda membawa piring ini ke teras, nanti kita bahas PRmu di sana ya..” kata Bunda sambil menyodorkan piring berisi kue itu.

Sigap Mayang menyambut dan berlalu menuju teras, sementara Sang Bunda mengisi cangkir-cangkir dengan teh manis hangat dan menyusul putrinya ke teras.

Continue reading “Obrolan Sore Mayang dan Bundanya”

Tahu Gimbal Semarang

Hai, Sobat Lalang Ungu… apa kabar? Semoga sobat semua sehat dan bahagia ya… Oh ya Sobat, berhubung aku sedang kangen Semarang, maka kali ini aku akan berbagi cerita tentang salah satu kuliner khas Semarang, yaitu Tahu Gimbal Semarang, yang selalu membuatku kangen Ibu Kota Jawa Tengah itu.

Tahu, adalah salah satu bahan makanan yang mudah ditemui di daerah kita dan seringkali menjadi bahan dasar olahan / menu kuliner suatu daerah, termasuk Semarang. Ya, mungkin karena bahan pangan olahan kedelai ini mudah ditemui di pasar-pasar, baik pasar tradisional maupun pasar modern, menyebabkan tahu menjadi bahan olahan pangan yang relatif populer di Nusantara.

Dan sebagaimana orang-orang lokal lainnya, aku adalah salah satu penikmat tahu dengan berbagai olahannya. Itu sebabnya, salah satu jenis kuliner Semarang favoritku adalah Si Tahu Gimbal ini.

Oya, adakah yang belum mengenal Tahu Gimbal? Ok deh.. untuk yang belum kenal Tahu Gimbal Semarang, mari kita kenalan dulu.. 😉

Sepiring Tahu Gimbal kala itu…

Continue reading “Tahu Gimbal Semarang”

Mengawali langkah kembali menjadi Tamu Allah (2)

Hai Sobat Lalang Ungu…, jumpa kembali kita ya.. Setelah beberapa lama absen menulis di sini -antara lain karena umroh kemarin- maka kali ini kuawali kegiatan ngeblog di 2019 ini dengan menuliskan kembali beberapa persiapan dalam mengawali langkah kembali menjadi Tamu Allah.

Pada tulisan sebelumnya sudah kita bahas tentang pembukaan rekening khusus dan juga memilih PPIU yang berkualitas. Lalu persiapan apa lagi yang perlu kita lakukan? Berikut ini, beberapa persiapan yang perlu kita lakukan : Continue reading “Mengawali langkah kembali menjadi Tamu Allah (2)”

Ke Malang Kami Akan Kembali…

Ke Malang kami akan kembali …  Hai sahabat Lalang Ungu, apa kabar? Semoga selalu sehat dan bahagia ya… Eh, siapa yang baca judul ini sambil nyanyi dengan irama lagu jadul Koes Plus : …ke Jakarta aku kan kembali… ? 😀

Sesuai dengan judul di atas, memang pada kesempatan kali ini, aku akan menulis tentang tempat wisata di Malang yang ingin kami datangi nanti. Ya, alhamdulillah sejak beberapa tahun terakhir ini kami berkesempatan jalan-jalan bareng keluarga yang terdiri dari ibu kami, putra-putri dan cucu-cucu beliau. Mendekati akhir tahun ini, beberapa anak sudah mulai menanyakan tujuan plesiran kami kali ini.

Nah, beberapa lokasi sudah diusulkan, namun ada pula yang memunculkan kembali nama Malang, dengan keterangan bahwa belum puas dengan jalan-jalan ke Malang beberapa tahun lalu. Tepatnya di akhir tahun 2015, tujuan wisata keluarga kami waktu itu adalah Batu Malang, mengunjungi Jatim Park 2,  Museum Angkut dan Alun-alun Kota Batu.

Pose bersama di Batu Secret Zoo _ Jatim Park 2

Kunjungan pertama liburan kami ke Malang waktu itu mengunjungi Jatim Park 2, di antaranya ke Batu Secret Zoo, Museum Satwa dan bermain ATV.

Membaur di keramaian Broadway Street – Musem Angkut

Dilanjutkan dengan kunjungan ke Museum Angkut, yang ruameeee sehingga harus ada ekstra energi dan kesabaran, hehe… Ya maklumlah, namanya juga akhir pekan ya… Tapi memang asyik menikmati zona-zona yang ada di sana. 

Menikmati pagi di Alun-alun Kota Batu

Nah, sebelum pulang kami sempat singgah ke Alun-alun Kota Batu, sebuah taman umum yang menurutku cukup indah dan tertata rapi, terutama untuk pedagang-pedagang sehingga tidak mengganggu keindahan taman dan kenyamanan pengunjung.

Haha…iya..aku memang masih ingat keseruan jalan-jalan kami waktu itu, dan masih penasaran dengan wisata alamnya yang belum sempat kami jelajahi. Maka diadakan voting dan suara terbanyak adalah jalan-jalan lagi ke Malang, terutama ke wisata alamnya. Continue reading “Ke Malang Kami Akan Kembali…”

Refugia : Tanaman Sahabat Petani

Hai, sahabat Lalang Ungu.. sudah kenalkah dengan Refugia, tanaman sahabat petani? Nah, kalau belum kenal.., yuk mari kita kenalan dulu ya..

https://www.instagram.com/p/Bq3LQsdgDEz/?utm_source=ig_web_button_share_sheet

Itu adalah salah satu post di akun instagramku, yang menyebut bahwa Bunga Matahari selain merupakan tanaman semusim juga merupakan tanaman refugia. Teman-teman mungkin juga ingat beberapa post IG ku yang lain yang menyebut juga tentang tanaman refugia. Lalu, apa sih yang dimaksud dengan Tanaman Refugia itu? Apakah itu nama jenis tanaman? Continue reading “Refugia : Tanaman Sahabat Petani”

Memanjakan Lidah dan Mata di Ontycake

Blogger Gathering bersama Ontycake ( Foto : istimewa )

Memanjakan Lidah dan Mata di Ontycake. Hai sahabat Lalang Ungu.., apa kabar? Alhamdulillah di hari Minggu kemarin, kami Blogger Pekalongan berkesempatan mengikuti Blogger Gathering bersama Ontycake. Oya, untuk yang belum kenal dengan Ontycake, yuk..kita kenalan dulu ya…

Apa sih Ontycake itu?

Ontycake adalah sebuah usaha rumahan yang memproduksi cake dan home made bakery lainnya, dirintis oleh mba Farah Rahman sejak tahun 2015 dan akhir bulan kemarin baru saja dilaunching toko offline nya. Continue reading “Memanjakan Lidah dan Mata di Ontycake”

Ketika kemampuan mengemudi menjadi suatu kebutuhan

Foto :  Pixabay

Ketika kemampuan mengemudi menjadi suatu kebutuhan, maka aku pun harus berjuang keras menghapuskan trauma-trauma yang selama ini membelenggu dan kembali menguatkan hati untuk belajar mengemudi.

Ada beberapa momen yang membuat kebutuhan itu muncul. Ketika harus menjalankan tugas malam hari (saat lebih aman dan nyaman mengendarai mobil daripada bermotor-ria) atau ketika tiba-tiba hujan deras dan harus segera pergi ke suatu tempat, ataupun ketika ingin mengajak ibu pergi berdua ke suatu tempat. Itulah beberapa saat di mana saat ini aku masih harus tergantung pada pihak lain dalam hal ini keluargaku, dan tak bisa sat-set pergi sendiri.

Mbok belajar nyetir lagi to mbak, biar nggak bingung kalau ada keadaan darurat begini..” begitu seringnya adikku mengingatkan, karena memang sudah pernah beberapa kali belajar nyetir, tapi lalu terhenti setelah ada kejadian-kejadian yang membikinku gamang.

Ya, seperti telah kusampaikan di awal tulisan ini, ada trauma yang harus kuhilangkan. Mungkin dengan membahas beberapa kejadian itu bisa membuatku lebih mudah melepaskan rasa takut itu. Setidaknya ada tiga kejadian yang membebani pikiranku.

Continue reading “Ketika kemampuan mengemudi menjadi suatu kebutuhan”

Wonderful Indonesia : Menikmati Keelokan Dewi Sambi

Wonderful Indonesia : Menikmati Keelokan Dewi Sambi. Hai sahabat Lalang Ungu, sudahkah kalian mengenal Dewi Sambi dan menikmati keelokannya?

Eh, jangan salah ya… Dewi Sambi yang kumaksudkan di sini bukanlah nama sosok cantik dari khayangan dan merupakan pasangan dari Dewa dalam kisah-kisah klasik ya… Bukan pula nama artis baik itu penyanyi ataupun pemain sinetron…apalagi pemain drakor.., haha.. ya pasti bukanlaah… 😀 Dewi Sambi ini sama sekali bukan nama dari sosok wanita kok, bahkan bukan pula sosok manusia.

Lalu…, nama apakah itu?? 

OK deh, daripada kalian semakin penasaran, kujelaskan saja tentang Dewi Sambi ini ya..

Dewi Sambi ini tak lain dan tak bukan adalah singkatan atau kependekan kata dari Desa Wisata Samiran Boyolali. Nah, sudah mulai ada bayangan? Ya… Samiran adalah nama sebuah desa yang terletak di Kecamatan Selo Kabupaten Boyolali Provinsi Jawa Tengah yang mempunyai banyak potensi terutama keindahan alamnya, sehingga diunggulkan menjadi sebuah Desa Wisata Alam.

Apa saja yang bisa kita lihat di sana dan secantik apa sih alam di Desa Wisata satu ini?

Yuuk maree… kita jalan-jalan sebentar melihat keindahan alamnya ya…

Continue reading “Wonderful Indonesia : Menikmati Keelokan Dewi Sambi”

Belajar renang di usia dewasa, why not?

Belajar renang di usia dewasa, why not? Itu reaksi temanku -yang kebetulan seorang instruktur renang- ketika mendengar niatku untuk belajar berenang (lagi). Haha…iya, duluuuu…jaman masih SMP memang aku belajar berenang karena itu masuk dalam pelajaran wajib. Tapi kemudian tidak diteruskan sampai beberapa bulan lalu, seorang teman menganjurkan untuk berenang ketika aku sering mengeluh sakit di punggung.

Mungkin teman-teman juga sering mendengar pendapat bahwa berenang merupakan salah satu alternatif pengobatan bagi penderita sakit punggung ya..  Nah itulah yang terjadi pada salah seorang teman kantor, mengalami nyeri punggung yang ‘timbul-lenyap’ beberapa kali, berobat ke dokter keluarganya dan disarankan untuk terapi renang. Ia berhasil meminimalkan keluhan sakit punggungnya setelah aktif berenang kembali, sehingga ketika aku mengeluhkan hal yang sama maka iapun menyarankan hal itu padaku.

Nah, itulah awal ceritanya, aku mulai tertarik untuk berenang lagi. Disamping beberapa hasil bacaan yang memang menyebutkan bahwa berenang bisa menjadi salah satu terapi sakit punggung, meskipun bukan berarti semua sakit punggung bisa teratasi dengan berenang lho.. Lebih baik periksa dulu ke dokter bila sakit terus terasa. Continue reading “Belajar renang di usia dewasa, why not?”